PEMBINAAN KEMAMPUAN , PENGGUNAAN DAN PEMBINAAN KEKUATAN

  1. A.    Dasar-Dasar Pertahanan Kemampuan Nasional
    1. Dasar – Dasar Strategi

Strategi adalah penjabaran politik ( Policy Kebijakan umum ) dari suatu rencana besar untuk dapat dijabarkan lagi dalam berbagai program dan proyek- proyek. Pada hakikatnya, plitik dan strategi pertahanan keamanan nasional adalah kegiatan perencanaan dalam membangun kekuatan pertahanan keamanan nasinal secara menyeluruh untuk di manfaatkan pada jumlah, waktu dan tempat tertentu.

Di kalangan militer, strategi merupakan ilmu tentang memimpin atau ilmu tentang cara memenangkan perang. Dalam pencapaian sasaran yang besar diperlukan  perencanaan yang teliti dan didasarkan telaahan strategis yang memperkirakan adanya peluang, hambatan dan ancaman yang dapat mengganggu. Dalam hal ni, biasanya dsediakam rencana cadangan.

  1. Perencaan strategi pada operasi militer.

Strategi merupakan bagian dari kegiatan perencanaan jangka panjang dalam mencapai suatu sasaran yang ditetapkan.

Peranan strategi militer dalam operas militer, sebagai berikut :

  1. Pengorganisasian  kekuatan yang akan akan digunakan dalam tiap sasaran ( secondary target objectif ) yang akan dcapai sebagai bagian menuju sasaran utama.
  2. Perencanaan pengerahan segenap sumber daya yang tersedia (pasukan, logistic, tenaga cadangan, pembinaan wilayah) untuk jangka waktu tertentu.
  3. Perencanaan pembangunan moral untuk memelhara & memperkuat semangat tempur.
  4. Memperhtungkan dan menggunakan perang urat syaraf,poltik, psikologi, dan ekonomi.
  5. Menggabungkan  dan mengatur nstrument perang.

Dalam pembangunan dan penggunaan instrument perang, ada jaminan bahwa tujuan perang sebagai bagan dari usaha mencapai tujuan nasional suatu Negara.

  1. Prinsip Pembangunan Potensi Perang.

Pandangan hidup bangsa Indonesiatentang pertahanan keamanan Negara sebagaimana ditentukan dalam Pembukaan dan batang Tubuh UUD 1945 sbb:

  1. Kemerdekaan adalah hak segala bangsa an oleh sebab tu penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perkeadilan.
  2. Pemerintah Negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesa.
  3. Menjadi hak dan kewajiban setiap warga Negara untuk ikut serta dalam usaha pembelaan Negara.
  4. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dah dipergunakan untuk sebesar-besar nya kemakmuran rakyat.

Dalam penyelenggaraan pertahanan keamanan suatu Negara menganut prnsip – prinsip sbb :

  1. Mempertahankan diri merupakan suatu kewajban bagi suatu bangsa.
  2. Bela Negara merupakan tanggung jawab dan kehormatan setiap warga Negara.
  3. Bagi bangsa Indonesia perang merupakan cara lain kalau dipaksa lawan.
  4. Perang yang dilakukan oleh bangsa Indonesia bersfat defensive aktif dalam bentuk perlawana rakyat sebagai upaya menegakkan kemerdekaan dan kedaulatan Negara dan bangsa.
  5. Berbagai Pertimbangan penyelenggaraan Perang.

Berdasarkan prinsip itu, ada beberapa aspek penentu dalam penyelenggaraan perang, yaitu :

  1. Tujuan perang
  2. Pendapatan umum
  3. Perbandingan kekuatan yang dimiliki dibandingkan dengan kekuatan bakal lawan,
  4. Penghematan penggunaan sumber logistic perang.
  5. Asas-asas perang yang dianut oleh suatu bangsa, yaitu meliputi :
  • Ø Memegang teguh tujuan,
  • Ø Pemusatan
  • Ø Kerja sama
  • Ø Keamana, perlindungan,
  • Ø Jebakan
  • Ø Pendadakan
  • Ø Mobilitas ( daya gerak )

Strategi pertahanan keamanan Nasional adalah penjabaran dari politik Hankamnas yang merupakan bagian dari pembangunan nasional. Pengembangan kekuatan dan penggunaan kekuatan dan sarana-sarana pertahanan keamanan yang dmaksud, melput sbb :

  1. Pengamanan tujuan dan sasaran dalam rangkaian pembangunan nasional pada umumnya dan pembangunan lima tahunan pada khususnya.
  2. Penyempurnaan efektifitas, efisensi, dan integritas ABRI sehingga dapat menjadi inti kekuatan pertahanan keamanan nasional yang tangguh serta memiliki tingkat mobilitas yang tinggi.
  3. Penyusunan kekuatan pertahanan keamanan dengan tingkat perkembangan di kawasan Asia Tenggara khususnya dan global pada umumnya.

Dalam penjabaran  suatu rencana strategi pembanunan penggunaan kekuatan harus didasarkan pada prinsip berikut :

  1. Prinsip ekonomi atas dasar prioritas
  2. Mencukupi kebutuhan sendiri
  3. Disesuaikan dengan deslokasi pasukan
  4. Ideologi dan doktrin
  5. Penelitian dan pengembangan
  6. Penyempurnaan organisasi dan deslokasi pasukan berdasarkan penilaian situasi dan tugas yang dihadapi
  7. Peranan dwifungsi ABRI

B.    Pembangunan Kekuatan

Berbagai Pertimbangan Pembangunan Kekuatan

Pembangunan kekuatan angkatan bersenjata bagi semua Negara biasanya dipengaruhi oleh berbagai factor yaitu

  1. Sumber Ancaman potensial
  2. Faktor-faktor statis
  3. Faktor dinamis, meliputi :
  • Ø Unsur politik
  • Ø Unsur ekonomi
  • Ø Unsur komunikasi
  • Ø Unsur social budaya
  • Ø Struktur kekuatan pertahanan keamanan syuatu Negara

Pembangunan Kekuatan

Pembangunan harus memiliki wibawa dalam bentuk kemampuan daya tangkal, yaitu kekuatan yang memberikan keyakinan kepada segenap pihak yang mempunyai maksud memusuhi bangsa Indonesia baik dengan jalan melakukan agresi maupun gerakan pemberontakan atau dengan jalan apapun dengan tujuan memusuhi , tidak akan dapat dicapai.

Ketentuan – ketentuan pokok pertahanan keamanan Negara, terdiri dari :

  1. Komponen Utama
  2. Komponen Khusus perlindungan masyarakat
  3. Komponen pendukduk

C. Sifat Perlawanan Rakyat Semesta

Perlawanan rakyat semesta memiliki sifat – sifat sbg berikut :

  1. Kerakyatan,
  2. Kesemestaan
  3. Kewilayahan

Dalam penjabaran perlawanan rakyat semesta diwujudkan dengan dua hal berikut ini :

  1. Mempersenjatai raakyat secara psikis dengan :
    1. Memiliki keyakinan secara idelogi yang dianut oleh bangsa Indonesia sehingga warga Negara Indonesia tumbuh keyakinan dalam bela Negara
    2. Pendidikan pendahuluan bela Negara dalam mempersiapkan diri sebagai masyarakat terlatih.
    3. Mendayagunakan kemanunggalan ABRI dan rakyat serta cadangan TNI

 

  1. Sasaran Kemampuan Pertahanan Keamanan Nasional

Pembangunan kekuatan harus dapat mewujudkan berbagai kemampuan baik dalam rangka sebagai kekuatan pertahanan keamanan maupun sebagai kekuatan social politik. Sasaran kemampuan yang dimaksudkan sebagai berikut :

  1. Kemampuan intelegen
  2. Kemampuan pertahan
  3. Kemampuan keamanan
  4. Kemampuan pembinaan wilayah
  5. Kemampuan pembinaan social politik dan kekaryaan ABRI

E.     Pembinaan Sasaran Kemampuan

Dalam sector kekuatan pertahanan

  1. Pembinaan sector kekuatan pertahanan, dengan program :
    1. Program bala bantuan pertahanan terpusat
    2. Program bala bantuan wilayah
    3. Program angkutan terpusat
    4. Program Komunikasi terpusat
    5. Pembinaan sector keamanan   meliputi program bantuan keamanan masyarakat.
    6. Pembinaan sector dukungan umum

F.     Penggunaan Kekuatan

Asas Pengunaan Kekuatan

    1. Asas hemat
    2. Asas memelihara
    3. Pola Operasi
      1. Pola operasi pertahanan
      2. Pola operasi Keamanan dalam negri
      3. Pola Operasi inteljen strategis
      4. Pola operasi keamanan pertahanan Asia Tenggara

G.   Pembinaan Teritorial

Peranan pembinaan  territorial lahirnya semangat perjuangan bangsa yang bersumber dari budaya bangsa Indonesia yang dijiwa oleh nilai – nilai yang terkandung dalam semangat Negara persatuan Indonesia yang menumbuhkan budaya gotong royong yang sudah ada pada bangsa Indonesia. Semangat ini menumbuhkan pula paham bahwa untuk membela kemerdekaan itu bukan menjadi beban sekelompok masyarakat, melainkan hak semua bangsa dan kemerdekaan itu sejalan dengan prikemanusiaan dan perikeadilan yang didambakan oleh setiap orang.

 H.   ABRI dan Perubahan Masyarakat

 

Peranan ABRI dalam pembinaan territorial  harus membina kemanunggalan ABRI dan rakyat dalam menyelenggarakan komunikasi social dalam rangka pembinaan kesadaran bela Negara agar kesadaran berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dapat terwujud sehingga rakyat sadar akan hak dan kewajibannya untuk mencapai cita – cita bangsa.

ABRI  sebagai komponen dala system kenegaraan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 harus tetap menjaga agar perubahan itu tidak mengganggu integritas bangsa dan masih dalam batas nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sebagai ideology bangsa menuju kebangkitan nasional kedua sebagai bangsa yang maju, mandiri, berdaulat di dalam perang.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s